Interaksi sosial antara penjual dan pembeli terjadi karenahubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan menguntungkan. Penjual membutuhkan pembeli untuk membeli barang dagangannya, dan pembeli membutuhkan penjual untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan kualitas interaksi sosial pada pagi, siang, dan sore hari. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif terhadap 8 subjek dengan usia antara 21 sampai 29 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Metode pengumpulan information adalahobservasi dan wawancara. Teknik pencatatan lead counting and charting selama 3 jam sebagai sampel berdasarkan 11 indikator dan 6 stretch. Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara study. Analisis information menggunakan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan ada 11 indikator yang digunakan untuk menilai interaksi yang dilakukan oleh penjual dengan persentase interaksi sosial tertinggi terjadi pada siang hari yaitu 34,43%, serta 4 faktor utama yang mempengaruhi interaksi sosial antara penjual dan pembeli.